There was an error in this gadget

Monday, February 6, 2012

Bagaimana Mengelola Kegiatan Social di social Media

Dipersembahkan kepada mentor saya pak Subiakto (@Subiakto)

Mari kita mulai tulisan ini dengan bertanya kepada diri kita sendiri?
Apakah kehadiran social media yang mewabah di Indonesia akan membuat kita menjadi manusia yang lebih berjiwa sosial? atau sekedar sibuk menyebarkan informasi tanpa berbuat apa-apa?

Sudah lama saya kagum dengan aktivitas kawan ACT (Aksi Cepat Tanggap) selama ini. Apalagi setelah teman-teman ACT terjun menggunakan social media untuk proses pengumpulan dana mereka dengan menggunakan account twitter @ActforHumanity dan facebook http://www.facebook.com/AksiCepatTanggap

ACT dengan cepat memperoleh follower di twitter dan Likes di facebook dan kabar berbagai bencana yang terjadi menyebar dengan cepat sekali.

Tantangan terbesar dunia social media adalah mengubah aktivitas online menjadi tindakan nyata. Apakah saat kita menyimak berita mengenai gunung merapi kita hanya akan sibuk me Retweet atau sharing di facebook saja, atau benar-benar menyingsingkan lengan baju kita untuk memberikan sumbangan?

Namun kita tidak bisa berharap bahwa dengan menggunakan social media akan terjadi tindakan nyata, karena perlu langkah-langkah khusus yang dirancang untuk mendorong langkah nyata untuk dilakukan.

Mengutip ucapan mentor saya pak Subiakto (@subiakto), membangun tindakan nyata itu seperti "menikah". Perlu ada langkah demi langkah untuk mencapai "pernikahan" tersebut. Social media adalah "mak comblang" yang akan memperkenalkan kita (dalam hal ini sebuah gerakan sosial) dengan kekasih kita (donatur atau relawan) dan akhirnya membuat komitmen (bersama-sama melakukan tindakan nyata)

Bagi saya "social media is about being social" artinya langkah-langkah yang kita tempuh untuk menjalin relasi adalah dengan melakukan apa yang biasa kita lakukan dalam dunia sosial nyata. Anggap saja bahwa membangun komitmen melalui social media seperti "kencan secara online" yang diakhiri dengan pernikahan.

Secara berurutan langkah-langkah ini adalah :
  1. Berkenalan atau membangun kesadaran
  2. Membangun koneksi dengan saling bertukar cerita
  3. Membangun pengalaman bersama
  4. Membangun komitmen atau langkah nyata
Mari kita lihat langkah demi langkah dari hal diatas.

Berkenalan dengan calon donatur atau relawan

Pacaran atau pernikahan biasanya bermula dari pertemanan, semakin banyak teman, semakin mudahlah kita mendapatkan kekasih. Saat pertama kali berkenalan dengan orang yang kita sukai, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memperkenalkan diri.

Jika cara ini dilakukan dengan cara manual, ini akan menjadi hal yang melelahkan, namun ada cara lain yang lebih hebat dari memperkenalkan diri, yaitu dengan menggunakan "mak comblang" yang bisa memperkenalkan diri kita dengan calon kekasih kita. Lebih baik lagi kalau "mak comblang" kita jumlahnya banyak dan saling berhubungan satu dengan lainnya.

Apa yang hebat sih dari social media? Social Media adalah comblang kita yang paling hebat. Kehebatan utama dari social media adalah kecepatannya menyebarkan berita. Peristiwa pemboman di Mega Kuningan muncul pertama kali dari twitter dari saksi mata yang langsung berada di lokasi, jauh lebih cepat daripada kemunculan berita tersebut di media konvensional seperti radio, televisi atau media cetak.

Gerakan "koin untuk Prita" yang muncul di facebook dan twitter berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp 600 juta dalam sekejap. Bahkan popularitas ACT di social media pun terbangun saat terjadinya bencana gunung Merapi yang lalu.

Pengamatan saya sebagai praktisi social media menunjukkan bahwa kita selalu senang meneruskan berita-berita yang berkaitan dengan bencana karena kita menyadari bahwa "di luar sana" akan ada orang-orang yang bergerak untuk melakukan sebuah tindakan nyata atas sebuah peristiwa yang memerlukan bantuan.

Dalam dunia social, kita mengenal six degree of separation. Artinya siapapun di dunia ini terhubung paling jauh dalam 6 relasi. Kita menyadari bahwa tidak semua orang bisa menyumbangkan darah bergolongan langka kepada orang yang membutuhkannya, namun kita menyadari bahwa dengan ikut menyebarkan berita mengenai kebutuhan ini, maka peluang kita memperkecil mata rantai informasi antara orang yang memerlukan sumbangan darah dan orang yang akan benar-benar memberikan sumbangan akan semakin kecil. Seperti dunia pacaran, twitter dan facebook adalah "kumpulan mak comblang" yang jumlahnya luar biasa banyak yang mempermudah kita berkenalan dengan dengan semakin banyak calon kekasih.

Hal inilah yang dilakukan oleh rekan saya @justSilly dengan twitter accountnya @Blood4Life. Setiap kali ada kegiatan donor darah atau pun ada yang memerlukan bantuan sumbangan darah, para pengguna twitter akan menyebarkan beritanya ke @justSilly dan akan diteruskan oleh @Blood4Life kepada orang-orang dalam lingkungan yang memang aktif memberikan sumbangan darah.

Twitter mempunyai kekuatan terbesar untuk menyebarkan berita, karena kemudahan kita untuk meneruskan berita hanya dengan menekan tombol "retweet". Dengan menekan tombol Retweet atau bencana yang terjadi setidaknya kita memberikan kontribusi walaupun sedikit untuk melakukan kebaikan, dan menekan tombol Retweet menimbukan rasa bangga karena kita menjadi bagian dari orang-orang yang peduli dengan sesama.

Langkah @ActforHumanity di twitter sudah sangat baik dan saya percaya popularitas ACT di social Media di social media akan bertambah sejalan dengan waktu.

Membangun hubungan dengan audience

Nah, kita sudah kenalan banyak orang yang akan jadi calon kekasih kita, abis kita kita ngapain?

Seperti halnya calon kekasih, kita sering bertukar photo, bertukar puisi dan bertukar cerita. Hal inilah yang perlu kita lakukan di dunia social media.

Kekuatan bertukar cerita dan berkomunikasi inilah yang dimiliki oleh facebook. Facebook mempunyai banyak fungsi yang bisa kita gunakan:
  • Menaruh berita yang lebih panjang lengkap dengan informasi photo dan tulisan yang lebih panjang
  • Menaruh Photo atas sebuah bencana alam atau Photo-photo kegiatan pengumpulan dana
  • Menaruh link video (youtube) berisi wawancara dengan para korban bencana alam
  • Menaruh form pendaftaran agar kita bisa mendata para anggota dan berhubungan lebih lanjut lewat email atau telepon.
  • Saling bercakap dengan chatting (dilakukan di facebook wall) dengan status dan comments.
Peluang menyebarkan popularitas sebuah akun gerakan sosial di twitter perlu diperkuat dengan kekuatan untuk membentuk komunitas. Di sinilah muncul peran facebook untuk memperkuat komunitas. Tidak bisa dipungkiri bahwa bagi sebagian besar rakyat Indonesia, internet adalah facebook, karena itu facebook mempunyai kekuatan untuk menaruh informasi yang lebih banyak dibandingkan twitter.

Sayangnya banyak aktivis pergerakan social yang belum memanfaatkan kekuatan facebook sebaik mungkin. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah "menghubungkan account facebook dan twitter" sehingga apapun yang kita tweet bunyinya sama dengan yang muncul di facebook wall kita. Kesalahan diatas masih dilakukan oleh ACT dan aksi social lainnya. Tentu saya berharap tulisan saya bisa memperbaiki hal tersebut.

Seperti halnya sepasang kekasih, kita akan bertukar informasi tentang diri kita. Siapa orang tua kita, apa pekerjaan/sekolah kita, apa hobby kita dan pertanyaan lain. Pertukaran informasi ini dilakukan untuk membangun kepercayaan.

Sebagai organisasi social, audience kita tentu ingin kenal lebih lanjut dengan kegiatan social kita.

Beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai kegiatan social
  • Siapa saja orang-orang dibalik aksi sosial ini? Dapatkah kami mempercayai mereka agar uang sumbangan bisa dimanfaatkan dengan baik
  • Biasakah anda memberikan info lebih lanjut mengenai peristiwa bencana yang terjadi : detail terjadinya bencana, berapa banyak jumlah korban, bantuan apa yang mereka perlukan
  • Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu? Di account bank mana saya bisa menyumbang? Di mana tempat saya bisa memberikan barang-barang? Jika saya ingin memberikan relawan, bagaimana caranya?
  • Pertanggungjawaban : uang sumbangan saya sudah diterima? Digunakan untuk apa? hasil seperti apa yang telah diperoleh masyarakat? Mana photonya dll.

Social Media bisa digunakan untuk menjalin relasi dengan audience untuk menjawab pertanyaan diatas. Gunakan twitter dan social media untuk menjalin hubungan dengan calon donator/relawan dan perkuat komunikasi ini dengan menggunakan email ataupun handphone.

Semakin tinggi intensitas yang dilakukan untuk berkomunikasi, semakin tinggilah kadar kepercayaan yang akan didapat oleh kedua belah pihak. Artinya kita sudah siap melangkah ke langkah selanjutnya yaitu : kencan!

Membangun pengalaman bersama

Apa sih yang dimaksud dengan kencan? Menurut Prof. Dan Ariely Kencan adalah membangun pengalaman bersama dan merasakan sebuah hal bersamaan untuk mencari sebuah kecocokan. Sebuah komitmen tidak bisa tercipta tanpa sebuah pengalaman bersama.

Kita menonton bioskop bersama calon kekasih kita lalu melihat apa tanggapan masing-masing terhadap film tersebut. Kita mengamati reaksi calon kekasih saat pelayan tidak sengaja menumpahkan air ke meja tempat kita berhadapan. Pengalaman bersama inilah yang akan membentuk pemahaman mendalam atas masing-masing pihak.

Bentuk pengalaman bersama telah diterapkan para pemasar di bidang automotif dengan menyelenggarakan test drive, atau acara kumpul komunitas bersama antara para penjual tupperware atau oriflame. Di bidang pendidikan S2 Kreatif Bisnis IKJ juga melakukannya dengan melakukan open class yang bisa dinikmati setiap orang.

Kegiatan kumpul bersama seperti inilah yang juga bisa dilaksanakan oleh para aktivis sosial.

  • Menonton video tentang sebuah bencana alam
  • Membuat pameran photo tentang kegiatan para aktivis dan hasilnya
  • Talkshow dengan tenaga relawan

Intinya adalah melakukan kegiatan secara fisik bersama-sama antara para anggota komunitas yang tertarik dengan kegiatan sosial. Disinilah "proses kencan" terjadi dimana calon donatur, relawan dan pengurus aksi sosial secara bersama-sama untuk saling mengenal satu dengan lainnya.

Di acara kumpul komunitas seperti inilah biasanya kita akan menemukan donatur baru, calon relawan, hingga perusahaan yang akan memberikan donasi program CSR (Corporate Responsibility Program)

Bagi anggota komunitas yang tidak bisa hadir pun, berbagai laporan bisa didapatkan dari dokumentasi yang diupload di web dan akan memperkuat amplifikasi media atas apa yang dilakukan organisasi kita.

  • Talkshow direkam dan ringkasannya diupload ke youtube
  • Dokumentasi keseluruhan acara bisa diupload ke www.ustream.com
  • Photo-photo bisa diupload ke facebook dan peserta yang datang di "tag" sehingga menjadi kenangan seumur hidup.
  • Artikel-artikel tentang laporan pandangan mata acara gathering komunitas bisa diupload ke blog

Sehingga kegiatan apapun yang dilakukan oleh kita secara fisik bisa dinikmati oleh orang banyak, termasuk para relawan dan donatur di daerah lain.

Organisasi Sosial atau Nirlaba besar, Oxfam, yang berasal dari Inggris bahkan bisa membangun "toko"nya sendiri dan membuka cabang hingga ke berbagai belahan dunia. Oxfam store sanggup memberikan pengalaman yang luar biasa bagi

Dengan kepercayaan yang semakin terbentuk maka kita akan siap melangkah ke tahap selanjutnya yaitu menikah !

Aksi Nyata!

Sudah kenal, sudah bertukar informasi dan menjalin relasi dan sudah berkali-kali kencan. Maka kita siap untuk menikah.

Menikah dalam kegiatan sosial artinya memberikan komitmen atau tindakan nyata. Bisa berupa donasi, atau menjadi relawan. Komitmen yang diberikan juga diusahakan agar punya komitmen besar misalnya donatur memberikan donasi setiap bulannya secara otomatis.

Tingkat kepercayaan yang tinggi telah didapat oleh organisasi yang mempunyai nama besar tingkat dunia seperti World Wild Fund (www.panda.org) ataupun UNICEF. Organisasi seperti ini mampu menggerakkan tenaga profesional yang mampu membujuk para donatur untuk melakukan kontrak donasi secara setahun dengan pembayaran melalui kartu kredit. Kalau WWF atau UNICEF bisa melakukannya, saya percaya organisasi sosial lainnya juga bisa.

Melihat yang terjadi pada gerakan "Koin untuk Prita" memang trend menunjukkan bahwa bentuk sumbangan saat ini telah berubah dari sumbangan dalam jumlah besar dari korporasi besar menjadi sumbangan kecil bersifat pribadi namun dengan jumlah penyumbang yang luar biasa besar, sehingga total jumlah sumbangan malah meningkat lebih banyak.

Tulisan ini saya tutup dengan ucapan salut untuk teman-teman aktivitis pergerakan sosial terutama teman-teman dari ACT, semoga tulisan saya bisa menginspirasi semua teman-teman untuk memaksimalkan aktivitas sosial lewat sosial media.

Kembali ke pertanyaan di atas: Dimana peran kita nanti dalam aktivitas sosial. Apakah sekedar me-Retweet berita-berita seputar bencana alam atau benar-benar akan ikut aktif memberikan langkah nyata berupa donasi atau menjadi relawan. Semuanya kembali terpulang kepada anda!

Good luck!


Tentang Penulis:

Adez Aulia adalah Marketing Director IDS | International Design School yang aktif mengelola komunitas kreatif di twitter account @KerjaKreatif.

Ajak ngobrol @AdezAulia di twitter

No comments:

Post a Comment